Gubernur Kalbar tinjau Lokasi Korban Banjir di Nanga Pinoh

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis meninjau lokasi sekaligus korban banjir di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi pada Jumat (12/9). Ia minta masyarakat tetap waspada terhadap banjir susulan dan penyakit pascabanjir.

“Tenaga medis harus siap untuk mengantisipasi lonjakan penderita diare. Obat-obatan juga harus tetap tersedia. Masyarakat harus tetap waspada,” kata Cornelis saat bertemu korban banjir di Nanga Pinoh, kemarin.

Gubernur Cornelis bersama rombongan dengan menggunakan jalur darat tiba di kota Juang Nanga Pinoh pada pukul 03.00 WIB kemarin serta istirahat sejenak di kediaman jabatan Bupati Melawi. Pukul 09.00 WIB, Gubernur Kalbar melakukan pertemuan dengan para pejabat di Melawi di lapangan kecamatan Nanga Pinoh.

Bupati Melawi Suman Kurik menyampaikan bahwa korban banjir ada yang kehilangan tempat tinggal karena terbawa arus. Sejumlah abutment ambruk, serta ribuan rumah yang terendam. “Hampir semua kecamatan menjadi korban banjir,” tegas Kurik.

Kepala Subbag Humas Setda Kalbar Hamdan Harun mengungkapkan, Gubernur Cornelis juga meninjau sejumlah lokasi lainnya seperti Desa Nanga Kayan menggunakan speedboat. “Bantuan kemanusiaan sudah diserahkan. Gubernur minta agar bantuan itu sampai kepada korban banjir,” kata Hamdan.

Ia menambahkan, “Gubernur juga melarang warga yang mencuri kesempatan dengan peristiwa banjir ini. Jangan sampai bantuan dari pemerintah itu hanya untuk kepentingan pribadi dan tidak diserahkan kepada korban banjir.”

Gubernur Cornelis, kata Hamdan, mengimbau warga membangun rumah, terutama di dataran rendah lebih tinggi sehingga terhindar dari genangan air. “Warga yang di tepi sungai bisa membangun rumah semi terapung, sehingga bisa menjadi objek wisata,” ujar Hamdan.

Walau sudah berangsur-angsur surut, masih 30 persen permukiman warga di Kota Nanga Pinoh masih terendam air. Aktivitas masyarakat baik ekonomi, pelayanan publik maupun jasa transportasi sudah beroperasi sejak dua hari lalu. Surutnya air ini menjadi berkah bagi bengkel sepeda motor dan mobil. Korban banjir mendatangi bengkel untuk memperbaiki kendaraannya yang turut terendam banjir.

Tanah Longsor

Akibat hujan menguyur Kabupaten Melawi mengakibatkan sejumlah tanah di ruas Jalan Sayan-Pintas longsor. Sedikitnya ada 10 titik lokasi longsor. Hal ini dibenarkan Kepala Desa Landau Kabu, Kecamatan Sokan Abang Darmadi. “Sekitar 10 titik tanah longsor yang sedikit menutupi jalan raya, sehingga lalu lintas terganggu” tegasnya.

Lanjutnya, tanah longsor ke jalan raya yang paling terparah di kawasan Makar Pelita. Selain itu banyak kayu- kayu yang tumbang ke jalan. Warga berinisiatif untuk membersihkan sehingga lalu lintas berjalan lancar.

Dari Sintang dilaporkan, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik ke berbagai daerah. Bahkan, untuk antisipasi pasca banjir, pemerintah tetap memprioritaskan penanggulangan yang tuntas dengan menyiagakan Puskesmas di lokasi terdekat untuk antisipasi dan memonitor ke lapangan serta memberikan bantuan.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sintang Joko M Saparto, bantuan logistik untuk para korban telah disalurkan ke masyarakat di Kecamatan Dedai, Kayan Hilir dan Sintang. “Penyalurannya telah kita lakukan, dan obat-obatan juga telah disediakan di Puskesmas,“ ungkapnya.

Joko menambahkan, setelah banjir surut sangat memungkinkan masyarakat terserang berbagi macam penyakit seperti diare, ispa maupun penyakit kulit. Sampai sekarang, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana itu. Bahkan, kerugian meteri juga tidak ada laporan. Sebab, sebelum banjir menggenagi rumah mereka, telah ada intisipasi lebih dulu untuk menyelamatkan harta benda mereka.

“Mereka telah lebih siap sebelum banjir meninggi. Bahkan ketika kita menyalurkan bantuan ke daerah bencana, kita mendapati tempat penyimpanan motor masyarakat, sebagai antispasi banjir besar yang di maksud,” bebernya.

Sumber : http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=165493

Tidak ada komentar: